APEL PAGI - MUSLIM KUAT LEBIH DICINTAI

Alhamdulillah atas ridho Allah SWT, rutinitas mingguan, Apel senin pagi dapat dilaksanakan dengan lancar di Kantor Urusan Agama Kec. Taman Kab. Pemalang. Apel dipimpin langsung oleh Bapak akhmad Zaini, S.Ag. Penghulu Muda KUA Kec. Taman, dihadiri oleh Para Penghulu, Penyuluh, dan peawai di lingkungan KUA Kec. Taman. Sebagai Pembina Apel adalah Bapak Drs. KH. Khanani, M.H.I selaku Kepala KUA Kec. Taman Kab. Pemalang.


Hari Senin adalah hari kerja pertama untuk satu minggu ke depan di lingkungan KUA kec. Taman Kab. Pemalang, Bapak Khanani di dalam amanat Apel, mengingatkan agar senantiasa memberikan pelayanan yang prima, ikhlas, dan penuh tanggung jawab kepada masyarakat. ASN adalah pelayan masyarakat. Sebagai pelayan yang baik, sudah selayaknya sebisa mungkin memberikan pelayanan yang terbaik kepada yang dilayaninya.

BACA JUGA : TANGGA MENUJU KELUARGA SAKINAH

Di dalam amanat Apel hari ini, Kepala KUA selaku pembina Apel menyitir sebuah hadits sebagai berikut:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف ، وفي كل خير ، احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز. وإن أصابك شيء فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا ولكن قل :قدر الله وما شاء فعل ، فإن لو تفتح عمل الشيطان ” رواه مسلم.

Artinya: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah, dan keduanya mengandung kebaikan. Berupayalah maksimal untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah serta janganlah merasa tak berdaya. Apabila engkau tertimpa musibah, jangan katakan ‘Seandainya aku berbuat begini, tentu akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah, ‘Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki’, karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (pintu) perbuatan setan," (HR Muslim)

Hadits tersebut membagi predikat seorang Muslim menjadi 2 (dua), Muslim kuat dan muslim lemah. Meskipun di dalam keduanya sama-sama terdapat kebaikan, namun muslim kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT. Dengan artian, Muslim yang kuat jauh lebih baik daripada muslim yang lemah.

Drs. KH. Khanani menekankan bahwa predikat Muslim Qowi (Muslim kuat) tidak dapat dicapai hanya dengan sekedar menunggu tanpa sebuah usaha dan ikhtiyar.

 “احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز

Artinya : Berupayalah maksimal untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah serta janganlah merasa tak berdaya.

Selain mendorong umat muslim agar bersemangat melakukan hal-hal yang bermanfaat, hadits tersebut juga mendorong umat muslim agar tidak mudah patah semangat dan putus asa. KH. Khanani mengatakan “Jangan mudah berandai-andai, berjika-jika, berta’ammul, dan menyalahkan sebuah proses ketika terjadi kegagalan. Apabila terjadi kegagalan, musibah, bencana, dll di atas sebuah perencanaan yang maksimal, maka katakanlah:

قدر الله وما شاء فعل

(Qodarullah wa ma sya-a fa’ala)

Artinya : Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki

KH. Khanani menambahkan “Islam tidak mengajarkan berandai-andai, Islam mengajarkan himmah, sebuah cita-cita, harapan dengan dasar keimanan dan ikhtiyar lahir batin”. Cita-cita tinggi atau dikenal dengan himmatul ‘ulya yang berlandaskan keimanan tidak akan membawa seseorang ke dalam kebinasaan. Kegagalan bagi mu’min qowi (Mu’min yang kuat) adalah kehendak Allah yang pasti ada kebaikan di dalamnya. Bagi mu’min qowi, kegagalan bukan akhir segalanya, melainkan sebuah pijakan untuk melangkah lebih baik.

Syaikh Ibnu atha’illah Al-Sakandari dalam kitab Al-Hikam dengan jelas menyebutkan:

من علامة الاعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل

Artinya : Di antara tanda sikap mengandalkan amal ialah berkurangnya harapan (kepada Allah) ketika ada kesalahan.

Sebagai penutup, KH Khanani menekankan agar senantiasa berikhtiyar dan bertawakkal untuk menjadi seorang mu’min qowi yang dicintai Allah SWT. Maka dari itu, apapun yang terjadi, ucapkan “Qodarullah wa ma sya-a fa’ala” (Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki).

 

Taman, 24 Oktober 2022 

Post a Comment

0 Comments