Kementerian Agama akan
menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional
(Pospenas) ke-IX tahun 2022 di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pada
POSPENAS tahun 2022 ini, kemenag mengusung tema "Gerak Santri Bangkit
Negeri" dengan Elang Jawa atau Eljawa sebagai maskotnya. Elang jawa
(Nisaetus bartelsi) adalah salah satu spesies elang berukuran sedang dari
keluarga Accipitridae dan genus Nisaetus yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini
dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda.[butuh
rujukan] Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka
Indonesia.
Obor : merupakan logo resmi
POSPENAS
Sayap terbuka: mengajak untuk transparan, akuntabel,
obyektif, sportif, dan bekerja keras dalam penyelenggaraan POSPENAS IX Tahun
2022
Pakaian Adat : menunjukkan
identitas Jawa Tengah, bahwa POSPENAS IX Tahun 2022 dilaksanakan di Provinsi
Jawa Tengah.
Blangkon : istilah blangkon
berasal dari kata ‘blangko’, dipakai untuk merujuk pada sesuatu yang siap
pakai. Sebab awalnya penutup kepala ini memang tidak bisa langsung dipakai
begitu saja. Melainkan diikat melalui proses pembuatan simpul yang cukup rumit.
Blangkon mengisyaratkan jagad gedhe, sedangkan kepala yang ditumpanginya
mengisyaratkan jagad alit. Sebab dalam peranan manusia sebagai khalifah, kita
membutuhkan kekuatan Tuhan. Blangkon menyimbolkan kekuatan Tuhan yang
diperlukan bila manusia ingin menjalankan tugasnya untuk mengurus alam semesta.
Beskap : merupakan bagian
dari pakaian Jawi Jangkep. Namun seiring berjalannya waktu, beskap seringkali
dipakai oleh pria secara terpisah. Warna kain yang sering digunakan untuk
membuat beskap adalah polos atau hitam. Dengan desain sederhana dan kerah lurus
tanpa lipatan, model beskap dibuat tidak simetris sebagai berjaga-jaga untuk
menyimpan keris. Motif merah putih menggambarkan nasionalisme dan menjunjung
tinggi keutuhan NKRI.
Keris: merupakan salah satu
senjata tradisional Jawa Tengah adalah keris. Gagang keris dibuat menghadap ke
kanan sebagai perlambang kecenderungan terhadap kebenaran. Kemudian ujung
gagangnya seakan menunduk ke bawah untuk menandakan kerendahan hati manusia
yang membawanya. Meskipun membawa senjata, pria yang menggunakan keris harus
memiliki kerendahan hati.
Bawahan Batik Kawung : motif
batik kawung pada kain sarung memiliki makna penggambaran terjadinya kehidupan
manusia. Penggunaan motif batik kawung juga memiliki pesan bagi penggunanya
agar tak melupakan asal-usulnya. Selain itu, motif batik kawung juga menjadi
lambang keperkasaan dan keadilan, melaksanakan tugas dengan ikhlas tanpa
pamrih.
Sandal Selop (Canela) :
canela singkatan dari kata “canthelna jroning nala” yang artinya peganglah kuat
dalam hatimu. Canela dikenakan sebagai alas kaki yang memiliki makna bahwa
dalam menyembah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, hendaklah dari lahir sampai
batin. Dalam hati hanyalah sumeleh (pasrah) kepada kekuasaan Tuhan Yang Maha
Esa. Selop digunakan untuk menutup jari kaki, sedangkan bagian belakang tumit
terbuka.
Sedangkan Logo POSPENAS IX tahun 2022 berbentuk obor dengan tulisan POSPENAS. Arti logo POSPENAS IX adalah sebagai berikut:
Makna Logo Pospenas IX 2022
Ide Dasar
Bersatu, Semangat dan
Energik.
Konsep
Sebuah event yang
mempersatukan, yang diaplikasikan pada bentuk sebuah obor yang sedang bergerak
maju menuju garis finish (tujuan bersama menyangkut visi dan misi POSPENAS).
Bentuk
Bentuk obor yang dililit pita
melambangkan sebuah gerakan dengan ikatan kebersama yang kuat, dibuat dengan
tarikan garis yang sederhana agar mudah dicerna oleh siapa saja, mudah untuk
dibuat dan eye catching serta modern.
a. Bentuk api dibuat dari
penyederhanaan bentuk laki-laki dan perempuan yang sedang menggapai bulan dan
bintang (symbol Islam) yang melambangkan cita-cita atau tujuan
hidup bersama.
b. Bentuk font atau huruf
dengan stroke italic memberikan kesan bergerak maju merespon bentuk utama
(obor), melambangkan siap merespon segala hal yang bergerak maju dan positif.
Warna
Warna terdiri dari 3 (tiga)
warna utama. Melambangkan 3 (tiga) hubungan yaitu hubungan manusia dengan
manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Khalik.
a. Warna hijau melambangkan
segar, alami dan sejuk serta statement umum mengenai keislaman.
b. Warna orange/emas
melambangkan kehangatan antar peserta keharmonisan serta sebuah tujuan yang
mulia.
c. Warna merah melambangkan
semangat yang kuat serta kokoh dalam meraih cita-cita.



0 Comments